KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu sistem,
yaitu kesatuan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja secara terpadu
untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai sebuah sistem, pembelajaran tidak
dapat dipahami secara parsial, melainkan harus dilihat sebagai rangkaian yang
mencakup input, proses, output, dan umpan balik. Pandangan sistemik ini
menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keterpaduan seluruh
komponen, bukan oleh satu unsur secara terpisah.
Menurut Nana Sudjana (2010), pembelajaran sebagai
sistem mencakup masukan peserta didik, proses interaksi edukatif, serta hasil
belajar yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Senada dengan
itu, Wina Sanjaya (2011) menegaskan bahwa pembelajaran akan efektif apabila
setiap komponen sistem pembelajaran berfungsi secara optimal dan saling
mendukung.
A. Komponen Input
Komponen input merupakan segala sesuatu yang menjadi prasyarat
berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam perspektif sistem pembelajaran, input
tidak hanya dimaknai sebagai peserta didik, tetapi juga mencakup berbagai unsur
pendukung yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan secara efektif. Suharsimi
Arikunto (2013) membedakan input pembelajaran ke dalam beberapa kategori, yaitu
raw input, instrumental input, environmental input, dan struktural input.
1 Raw Input
Raw input dalam sistem pembelajaran adalah peserta
didik. Peserta didik diposisikan sebagai subjek utama yang mengalami proses
transformasi melalui pembelajaran. Tujuan utama pembelajaran adalah terjadinya perubahan
perilaku peserta didik secara positif, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun
psikomotorik. Oleh karena itu, pembelajaran tidak semata-mata dipahami sebagai
proses transfer pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan sebagai proses
pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Keberhasilan pembelajaran ditandai oleh terjadinya
perubahan yang bermakna pada diri peserta didik. Apabila perubahan tersebut
tidak tercapai, maka pembelajaran dapat dikatakan belum berjalan secara
optimal. Pandangan ini sejalan dengan pendapat Oemar Hamalik (2011) yang
menyatakan bahwa hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan perilaku
sebagai akibat dari pengalaman belajar.
2 Instrumental Input
Instrumental input merupakan perangkat dan aktor
pembelajaran yang secara langsung mengoperasikan dan mengendalikan proses
pembelajaran. Komponen ini mencakup guru, materi pembelajaran, media
pembelajaran, serta pengelolaan kelas.
a. Guru
Guru berperan
sebagai perencana, pelaksana, sekaligus evaluator pembelajaran. Dalam sistem
pembelajaran, guru tidak diposisikan sebagai objek yang diproses, melainkan
sebagai instrumen utama yang mengarahkan proses pembelajaran. E. Mulyasa (2013)
menegaskan bahwa guru profesional dituntut menguasai kompetensi pedagogik,
profesional, sosial, dan kepribadian agar mampu menciptakan pembelajaran yang
bermakna. Keterbatasan guru dalam penguasaan teori dan strategi pembelajaran
akan berdampak langsung pada rendahnya kualitas proses dan hasil pembelajaran.
b.
Materi Pembelajaran
Materi
pembelajaran merupakan isi atau substansi yang dipelajari peserta didik untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Pemilihan materi harus mengacu pada kurikulum
yang berlaku dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Materi tidak
dapat dipilih secara sembarangan, karena telah dirancang secara sistematis
dalam kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran.
c.
Media Pembelajaran
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
dan informasi pembelajaran. Menurut **Fathurrohman dan Sutikno (2009), media
pembelajaran berfungsi membantu peserta didik memahami materi yang bersifat
abstrak atau kompleks. Pemanfaatan media yang tepat dapat meningkatkan
efektivitas pembelajaran, sedangkan kesalahan pemilihan media justru dapat
menghambat pencapaian tujuan pembelajaran.
d.
Pengelolaan Kelas
Pengelolaan
kelas merupakan upaya guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar
yang kondusif. Kelas yang tertib, nyaman, dan interaktif akan mendukung
kelancaran proses pembelajaran. Sebaliknya, pengelolaan kelas yang kurang baik
dapat mengganggu konsentrasi dan partisipasi peserta didik.
3 Environmental
Input
Environmental input mencakup kondisi lingkungan
sosial, budaya, ekonomi, dan nilai-nilai masyarakat yang memengaruhi proses
pembelajaran. Lingkungan keluarga, masyarakat, dan budaya sekolah memberikan
pengaruh tidak langsung terhadap sikap, motivasi, dan perilaku belajar peserta
didik. Oleh karena itu, pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari konteks
lingkungan tempat peserta didik berada.
4 Struktural Input
Struktural input merupakan kerangka kelembagaan formal
yang menjadi landasan penyelenggaraan pembelajaran, seperti tujuan pendidikan
nasional, tujuan sekolah, visi dan misi sekolah, serta kebijakan pendidikan.
Komponen ini memberikan arah dan batasan normatif bagi pelaksanaan pembelajaran
agar selaras dengan tujuan institusional dan nasional.
B. Komponen Proses
Komponen proses adalah interaksi edukatif yang dinamis
antara peserta didik sebagai raw input dengan berbagai komponen input lainnya.
Proses pembelajaran melibatkan interaksi antara guru, peserta didik, materi,
media, dan lingkungan belajar dalam suasana yang terencana dan terarah.
Interaksi ini harus berlangsung secara sinergis, karena kegagalan salah satu
komponen dalam berfungsi akan berdampak pada menurunnya kualitas output
pembelajaran.
C. Komponen Output
Komponen output merupakan hasil langsung dari proses
pembelajaran. Output pembelajaran mencakup penguasaan pengetahuan (kognitif),
sikap dan nilai (afektif), serta keterampilan (psikomotorik). Output tidak
hanya diukur melalui capaian nilai akademik, tetapi juga melalui perubahan
sikap dan perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan
demikian, output pembelajaran mencerminkan kualitas transformasi yang terjadi
pada diri peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.
D. Komponen Umpan Balik
Komponen umpan balik berfungsi sebagai mekanisme
evaluatif dan korektif dalam sistem pembelajaran. Melalui umpan balik, guru memperoleh
informasi tentang efektivitas proses pembelajaran dan tingkat ketercapaian
tujuan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan
dan penyempurnaan pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan adanya umpan balik,
sistem pembelajaran bersifat adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta
didik.
Referensi:
Fathurrohman, P., & Sutikno, M. S. (2009). Strategi belajar mengajar melalui penanaman konsep
umum dan konsep Islami. Bandung: Refika Aditama.
Hamalik, O. (2011). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. (2013). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran
kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudjana, N. (2010). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung:
Sinar Baru Algensindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar