Minggu, 23 April 2017

RPP 13



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
 
Satuan Pendidikan     :  MI GUPPI Brungut
Kelas / Semester         :  I (Satu) / 1
Tema / Topik                 :  Diri sendiri (Jujur, Tertib Dan Bersih)
Petemuan ke                :  1
Alokasi Waktu              :  1 Hari

 A.     KOMPETENSI INTI
1.   Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya
2.   Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
3.   Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
4.   Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

 B.    KOMPETENSI DASAR
PPKn

  1. Menerima keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis) sebagai anugerah Tuhan (KI-1)
  2. Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru, sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila. (KI-2)
  3. Mengenali keberagaman karateristik individu melalui pengamatan di rumah dan sekolah (KI-3)
  4. Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3)
  5. Menyajikan kebersamaan dalam keberagaman  karakteristik individu di rumah dan sekolah melalui permainan (KI-4)

Bahasa Indonesia
  1. Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah. (KI-1)
  2. Menunjukkan perilaku yang baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri, bercakap-cakap dengan keluarga, guru, dan teman (KI-2)
  3. Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya  (KI-2)
  4. Berkomunikasi secara lisan dengan orang lain dengan menggunakan informasi tentang data diri, bagian tubuh  dan kebutuhan tubuh, lingkungan dan pola hidup sehat,   lingkungan sekitar , buah, tanaman, dan masakan (KI-4)
C.     INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
PPKn

  1. Menunjukkan sikap menerima keberaganman karakteristik individu
  2. Menceritakan tentang perbedaan kemampuan yang dimiliki teman
  3. Bersikap  baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga, 
  4. Bersikap baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan teman  
  5. Bersikap baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru
  6. Membedakan karakteristik fisik,
  7. Membedakan karakteristik agama,
  8. Membedakan karakteristik  suku, 
  9. Membedakan karakteristik psikis (senang, pemalu, sedih) 
  10. Menyebutkan kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
  11. Menyebutkan tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah
  12. Menyebutkan sikap kebersamaan dalam keberagaman karakteristik individu di rumah 
  13. Menyebutkan sikap kebersamaan dalam keberagaman karakteristik individu di sekolah
Bahasa Indonesia
  1. Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
  2. Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
  3. Berbicara mengikuti giliran
  4. Memandang wajah kawan bicara pada waktu berbicara
  5. Memperlihatkan raut muka yang ramah
  6. Menanggapi dengan bahasa tubuh yang sesuai
  7. Memperkenalkan diri dengan sopan kepada guru dan teman sekelas
  8. Menceritakan dengan sopan jumlah anggota keluarga dan pekerjaan  orang tua
  9. Mengucapkan sapaan yang sesuai
  10. Mengucapkan terima kasih secara tepat
  11. Mengucapkan maaf secara tepat
  12. Menyebutkan nama diri
  13. Menyebutkan nama-nama bagian anggota tubuh
  14. Menyebutkan kegunaan anggota tubuh
D.  TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya
  2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
E.     MATERI PEMBELAJARAN
PPKn
  1. Keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis) sebagai anugerah Tuhan
  2. Perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru, sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
  3. Keberagaman karateristik individu melalui pengamatan di rumah dan sekolah
  4. Tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
  5. Kebersamaan dalam keberagaman  karakteristik individu di rumah dan sekolah melalui permainan

Bahasa Indonesia
  1. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah
  2. Perilaku yang baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri, bercakap-cakap dengan keluarga, guru, dan teman
  3. Ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya 
  4. Berkomunikasi secara lisan dengan orang lain dengan menggunakan informasi tentang data diri, bagian tubuh  dan kebutuhan tubuh, lingkungan dan pola hidup sehat, lingkungan sekitar, buah, tanaman, dan masakan
F.      Metode Pembelajaran
Pendekatan     : Scientific
Strategi             : Cooperative Learning
Teknik               : Example Non Example
Metode             : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi Dan Ceramah

G.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
  1. Mengajak semua siswa berdo’a menurutAgama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
  2. Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa
  3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak
  4. Mengajak Semua Siswa menyanyi  “SELAMAT PAGI GURU”
  5. Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang syair lagu, mengapa saling mengucap salam. Dan apa bedanya di kalau pagi
  6. Meminta informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada pagi hari dan bertanya tentang hubungan antara kebersihan kelas dengan kenyamanan kegiatan pembelajaran.
  7. Menginformasikan Tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang “Diri Sendiri (Jujur, tertib dan bersih)”
10 menit
Inti
Berbaris di depan kelas dan menyebutkan nomor urut dalam barisan
  1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya
  2. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru
  3. Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
  4. Menyanyikan lagu “Aku anak Indonesia” ciptaan AT Mahmud sesuai syair lagu, ucapan jelas dan frasering dengan tepuk irama dan tepuk birama secara berkelompok dan individual
  5. Menggambar wajah dengan bimbingan guru
  6. Menunjuk  anggota tubuh seperti yang digambarkan guru di depan kelas
  7. Memperkenalkan identitas diri dengan bahasa yang santun di depan teman-temannya: Nama, alamat, hobi dan  cita-cita
  8. Menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan
  9. Menyebutkan jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah dengan siswa
  10. Menyebutkan pekerjaan atau kegiatan  ayah dan ibu sehari-hari
  11. Menyanyikan lagu-lagu yang berkaitan dengan ketertiban (seperti  lagu “Bangun Tidur”
  12. Menyanyikan lagu dengan penuh percaya diri di depan kelas secara bergiliran (Individu/ kelompok kecil)
  13. Di dalam kelompok  menyebutkan alasan pentingnya mandi, potong kuku dan gosok gigi
  14. Di dalam kelompok  menyebutkan tentang kegiatan yang di lakukan di rumah secara bergiliran sambil memandang wajah kawan bicara, memperlihatkan raut muka yang ramah dan bahasa tubuh yang sesuai
  15. Menunjukkan kebiasaan  mematuhi tata tertib yang dilakukan dalam kehidupan di  kelas. 
  16. Menggunakan bahasa yang santun pada  orang tua, guru, kepala sekolah, dan temannya
  17. Di dalam kelompok  menata benda yang ada di sekitar kelas berdasarkan ukuran besar kecil/panjang pendek 
  18. Mempraktekan gerak dasar berjalan sambil mengamati lingkungan sekitar dan menyebutkan nama benda-benda yang dilihatnya
  19. Mempraktikkan permainan berjalan ke barbagai arah mengikuti aba-aba dengan percaya diri
  20. Mempraktikkan  permainan lompat-lompat dengan satu kaki ke berbagai arah
35 Menit X  30 JP
Penutup
  1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari
  2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
  3. Melakukan penilaian hasil belajar
  4. Mengajak semua siswa berdo’a menurutAgama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
  5. Mengamati sikap siswa dalam berdo’a (sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb)
  6.  Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo’a, maka setelah selesai kegiatan berdo’a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan
15 menit


H.     SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
  1. Buku Tematik Kelas I
  2. Buku Pengembangan Diri Anak
  3. Buku kirigami (seni mengunting)
  4. Diri Anak
  5. Lingkungan
  6. Media Gambar pakaian
  7. Benda di sekitar siswa
  8. Model bangun datar dan bangun ruang
  9. Papan berpaku atau sejenis
  10. Karet gelang/ benang
I.       PENILAIAN Proses dan Hasil Belajar
1.   Prosedur Penilaian
a.   Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir
b.   Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan

2.   Instrumen Penilaian
a.   Penilaian Proses
·         Penilaian Kinerja
·         Penilaian Produk

b.   Penilaian Hasil Belajar
·         Pilihan ganda
·         Isian singkat 
.     Esai atau uraian

Minggu, 29 Juni 2014

Reinkarnasi Perspektif Islam


Reinkarnasi Perspektif Islam

Reinkarnasi dalam perspektif Hindu disebut dengan "punarbawa" yang berasal dari bahasa Sansekerta. Punar artinya kembali, bawa artinya lahir. Jadi Punarbawa adalah suatu kepercayaan tentang kelahiran yang berulang ulang atau suatu proses kelahiran yang biasa disebut dengan penitisan, atau samsara.
Seseorang yang meninggal dunia dan jiwanya belum melakukan pensucian dengan sempurna (belum moksa), akan bereinkarnasi ke makhluk berikutnya. Bahkan dimungkinkan bereinkarnasi ke hewan.
Islam tidak mengenal konsep reinkarnasi sebagaimana reinkarnasi Hindu. Dalam Islam yang dikenal adalah konsep reinkarnasi dalam dimensi jiwa. Dimana jiwa manusia -seharusnya- mengalami proses penyempurnaan di dunia ini. Untuk memahami ini, kita memang harus memahami perbedaan jasad, jiwa dan ruh.
“Jiwa dan penyempurnaannya (ciptaannya); maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS 91: 7-10)
Untuk kemudahan, dapat digambarkan bahwa jiwa manusia ada kualitas-kualitasnya. Misalnya kualitas A, B, C, D, E, F, G. Kualitas A adalah kualitas jiwa terbaik (ketika sudah sempurna pensuciannya), sedangkan G adalah kualitas jiwa terburuk (yang penuh dalam dominasi hawa nafsu dan syahwat). F, E, D, C, B adalah gradasi diantara keduanya.
Proses reinkarnasi dalam Islam adalah proses pensucian dan penyempurnaan jiwa, bukan penitisan. Seorang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, akan berproses, beralih dari jiwa kualitas G, ke kualitas F, beralih ke kualitas E, dan seterusnya sampai sempurna ke kualitas A. Nah ketika proses tersebut terjadi, dibahasakan jiwa kualitas G mati, dan terlahir dalam jiwa kualitas F, jiwa kualitas F mati lalu terlahir dalam jiwa kualitas E dan seterusnya. Proses ini sudah terjadi ketika kita masih hidup di dunia ini.
Hal inilah yang dikatakan dalam Al Quran :
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan di hidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu di kembalikan.” (QS 2:28)
Jalaludin Rumi dalam maddahnya mengatakan:
Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,
Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang,
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang!
Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia,
Dan melambung bersama malaikat;
dan bahkan setelah menjelma malaikat aku harus mati lagi; 
segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.
Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami.
***
Proses penyempurnaan diri paling efektif sebenarnya terjadi di dunia ini mas, dibandingkan di alam barzakh atau alam berikutnya. Karenanya mari kita maksimalkan ketika kita ada di dunia ini.
Katakan saja proses penyempurnaan dari G menuju A, dan baru saja sampai F, kita sudah wafat. Bagaimana selanjutnya?
Pertama
Kalau seseorang sungguh-sungguh berjihad bertransformasi dari G ke A dan wafat ketika baru sampai F, bukan mustahil bagi Allah menghargai kesungguhan jihadnya dengan mengangkat jiwa orang tersebut langsung ke A. Inilah yang dimaksud dalam banyak hadits-hadits seperti orang yang sudah membunuh 100 orang, namun karena sungguh-sungguh ingin bertaubat, walaupun wafat sebelum sampai ke kota tujuan, tetapi diangkat derajatnya oleh Allah Swt sebagai derajat orang-orang yang sudah sampai tingkatan A.
Hadis Abu Said Al-Khudriy r.a:  Nabi s.a.w bersabda: Seorang lelaki dari kalangan umat sebelum kamu telah membunuh seramai sembilan puluh sembilan orang manusia, lalu dia mencari seseorang yang paling alim. Setelah ditunjukkan kepadanya seorang pendeta, dia terus berjumpa pendeta tersebut kemudian berkata: Aku telah membunuh seramai sembilan puluh sembilan orang manusia, adakah taubatku masih diterima? Pendeta tersebut menjawab: Tidak. Mendengar jawapan itu, dia terus membunuh pendeta tersebut dan genaplah seratus orang manusia yang telah dibunuhnya. Tanpa putus asa dia mencari lagi seseorang yang paling alim. Setelah ditunjukkan kepadanya seorang Ulama, dia terus berjumpa Ulama tersebut dan berkata: Aku telah membunuh seramai seratus orang manusia. Adakah taubatku masih diterima? Ulama tersebut menjawab: Ya! Siapakah yang boleh menghalang kamu dari bertaubat? Pergilah ke Negeri si polan, kerana di sana ramai orang yang beribadat kepada Allah. Kamu beribadatlah kepada Allah s.w.t bersama mereka dan jangan pulang ke Negerimu kerana Negerimu adalah Negeri yang sangat hina. Lelaki tersebut beredar menuju ke tempat yang dinyatakan. Ketika berada di pertengahan jalan tiba-tiba dia mati, menyebabkan Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab bertelingkah mengenainya. Malaikat Rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah s.w.t. Manakala Malaikat Azab pula berkata: Dia tidak pernah melakukan kebaikan. Lalu Malaikat yang lain datang dalam keadaan berupa manusia dan cuba menghakimi mereka sambil berkata: Ukurlah jarak di antara dua tempat. Mana yang lebih hampir, itulah tempatnya. Lantas mereka mengukurnya. Ternyata mereka dapati lelaki tersebut lebih hampir kepada negeri yang ditujunya. Akhirnya dia diambil oleh Malaikat Rahmat. (Hadis Riwayat Imam Muslim: hadis ke 4967)
Demikian pula pada orang-orang yang berperang di jalan Allah. Sebenarnya dalam terma al Quran syuhada adalah sebuah level ketaqwaan dibawah Shiddiqiin, dimana ketika seseorang dalam level ketaqwaan ini, ia dapat menjadi saksi Allah sebenar-sebenarnya. (lihat QS 4:69)
Nah, orang yang berperang di jalan Allah dengan tulus ikhlas, dan peperangannya juga dibenarkan oleh Allah, ketika mereka wafat jiwanya “diangkat” derajatnya oleh Allah ke derajat para Syuhada (tingkatan A), walaupun sebenarnya saat itu ia masih pada tingkatan jiwa yang sangat-sangat rendah.
Mengingat bahwa kesungguhan dalam bertaubat akan dihargai oleh Allah, maka marilah kita tumbuhkan semangat yang kuat dalam menapaki jalan pertaubatan ini.
Kedua.
Seorang yang kurang sungguh-sungguh atau bahkan tidak bersungguh-sungguh. Ketika ia wafat sementara baru sampai F, maka proses transformasinya akan dilanjutkan di alam berikutnya.
Kita mengenal adanya apa yang disebut dengan siksa kubur. Ketahuilah bahwa siksa kubur ini menyebabkan proses pembersihan. Orang yang katakan saja wafat dalam tingkatan F, setelah disiksa selama 20 tahun alam barzakh berpindah ke tingkatan E.
Padahal siksa 20 tahun alam barzakh ini faedah pensuciannya sama dengan kalau kita tawakal dan ridla ketika memiliki tetangga yang suka menyakiti diri kita, atau sakit yang kita derita, atau kondisi ekonomi kita yang buruk, atau kesabaran terhadap keburukan sifat pasangan hidup kita, atau kita yang tidak dikaruniai anak. Sayangnya kebayakan kita tidak ridla terhadap kesusahan yang terjadi di dunia, sehingga kesusahan2 tersebut tidak sama sekali mensucikan diri kita.
Seandainya kita menyadari bahwa proses pensucian di dunia jauh lebih efektif dibandingkan di alam berikutnya, maka orang akan menyediakan dirinya berusaha ridla terhadap musibah yang hadir, sebagai jalan pensucian dirinya.
Wallahu a’lam…

Ref:

Senin, 21 Januari 2013

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدّين كله ولو كره الكافرون. اشهد ان لاإله الاالله وحده لا شريك له واشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله أللهمّ صل وسلّم على سيدنا محمّد وعلى أله وصحبه وسلّم ...
قال الله تعالى فى كتابه الكريم. أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم :
قل يأيها النّاس إنّي رسول الله إليكم جميعا الّذى له ملك السموات والارض لآإله الاّ هو يحيى ويميت فئامنوا بالله ورسوله النّبيّ الأمّيّ الّذى يؤمن بالله وكلماته واتّبعوه لعلّكم تهتدون (158)
أمّا بعد...
Yang terhormat ketua Pengurus Yayasan GUPPI Brungut beserta jajarannya
Yang terhormat ketua Komite MI GUPPI Brungut
Yang terhormat dewan guru MI GUPPI dan RA Assibyan
Bapak-bapak, Ibu-ibu wali murid, hadirin serta anak-anakku yang berbahagia
Pertama saya ucapkan terimakasih kepada guru-guru khusunya dan semua pihak yang ikut serta mendukung terselenggaranya acara ini. Sekaligus saya memohon maaf kepada semua pihak apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dihati.
Hadirin yang berbahagia ...
Pada hari ini kita patut bersyukur, bahwa sampai saat ini kita semua dapat menyaksikan hiruk pikuk gema Mauled Nabi Muhammad Saw. di seluruh pelosok negeri. Hal menunjukkan bahwa Islam masih melekat di hati bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan Shalawat dan salamnya kepada nabi kita tercinta, keluarga, dan para shabatnya semua. Amin.
Bapak, Ibu yang saya hormati…
Allah Swt. menjanjikan bahwa Islam akan tetap ada di muka bumi ini samapi akhir zaman, akan tetapi Allah Swt. tidak menjanjikan bahwa Islam akan tetap ada di bumi Indonesia ini. Oleh Karena itu dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. ini, kembali sama-sama kita syiarkan nilai-nilai Islam untuk masa depan anak-anak kita sehingga mereka akan merasakan kenikmatan dan kebanggaan sebagai ummat Islam sampai akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia …
Peringatan mauled Nabi Muhammad Saw. merupakan momentum sangat penting bagi kita ummat Islam khusunya. Di tengah kondisi sosial masyarakat yang sedang dihadapkan dengan persoalan dekadensi moral, anarkisme dimana-mana, kenakalan remaja (dan orang tua) yang semakin menghawatirkan, penyalahgunaan teknologi, trafficking yang semakin merajalela, perjudian, prostitusi dan sebagainya. Perlu kiranya semangat yang terkandung dalam nilai-nilai peringatan mauled ini digaungkan kembali ke seluruh pelosok negeri. Sehingga nilai-nilai kejujuran, tangung jawab, pendidikan, dan kreatifitas dapat merasuk dan terhunjam dalam hati sanubari setiap generasi muslim di manapun berada. Dari anak-anak sampai dewasa. Laki-laki maupun wanita.
Hadirin yang dimulyakan Allah…
Nabi Muhammad Saw. merupakan sosok multidimensi. Tak ada keraguan mengenai hal itu. Bahkan kalangan non muslim pun mengakui keberhasilan dan keistimewaan beliau dalam segala dimensi kehidupan manusia. Seorang penulis barat yang cukup handal, sebut saja Mc. H. Hart, dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia menempatkan Nabi Muhammad pada urutan pertama dengan argumentasi yang cukup mendasar.
Karen Armstrong. Seorang biarawati yang taat pada agamanya banyak menulis tentang Islam, menempatkan Nabi Muhammad Saw. sebagai sosok yang memang pantas diakui sebagai tokoh dengan keistimewaan—keistiewaan yang tidak dapat ditandingi oleh pemimpin-pemimpin lainnya di dunia. Karen Armstrong dalah penulis yang mendapat penghargaan dari Perserikatan Muslim Inggris atas buku-bukunya yang bermutu tentang agama dan Islam. Dia menulis buku A Hystory of God (Sejarah Tuhan), Muhammad The Prophet, dsb.  
Hadirin yang dimulyakan Allah Swt.
Kita sama-sama tahu, bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah seorang pemimpin Negara Madinah yang berhasil, seorang politikus dengan diplomasi tingkat tinggi, seorang pengusaha yang sukses, pemimpin keluarga yang harmonis, dan tentu saja seorang guru yang dapat menjadi suri tauladan bagi seluruh ummat manusia !.
Pantaslah kiranya jika Allah Swt. memuji beliau dengan firman-Nya.
وإنّك لعلى خلق عظيم
Dengan eksistensi beliau sebagai manusia biasa maka kita dapat menyebutnya sebagai manusia sempurnya. Tetapi tentu saja beliau bukan malaikat. Beliau juga bukan manusia setengah tuhan. Juga bukan tuhan yang menjelma menjadi manusia. Maka kemudian menjadi masuk akal jika Allah Swt. memerintahkan ummat Islam untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Akirnya, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peringatan mauled Nabi Muhammad Saw. ini. Dan menjadikannya sebagai panutan, suri tauladan, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, bertetangga, dan tentu saja tidak kalah pentingya dalam kehidupan keluarga. Karena keluarga adalah tempat pertama bagi pendidikan anak-anak kita semua.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf.

بالله الهداية والتّوفيق,  والعفو منكم, والسّلام عليكم وررحمة الله وبركاته

Sambutan Kepala MI GUPPI Brungut, disampaikan dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.